
Batusangkar- Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menyelenggarakan The 4th International Conference on Religion and Social Humanities (ICRESH) dengan tema “Religion and Social Transformation in the Digital Era”. Acara pembukaan diselenggarakan pada Rabu, 5 November 2025 secara Hybrid di Aula Lantai Dua FUAD UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Konferensi internasional ini resmi dibuka oleh Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., MA., M.Res., Ph.D. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan Prof. Dr. Suswati Hendriani, M.Pd., M.Pd. serta Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Irman, M.Ag.
Acara dimulai dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan dilanjutkan dengan pembacaan doa dan laporan dari Ketua Pelaksana Acara, Hardifizon, M.Ag. Dalam sambutannya, Hardifizon melaporkan bahwa ICRESH tahun ini diikuti 114 penyaji dari 6 negara. Rinciannya yakni:
• Nigeria: 2 penyaji
• Maroko: 2 penyaji
• India: 1 penyaji
• Iran: 1 penyaji
• Pakistan: 10 penyaji
• Indonesia: 98 penyaji

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan 5 pembicara tamu internasional, yaitu:
1. Mufutau Olusola Bello, Ph.D, dari Ekiti State University, Nigeria
2. Assoc. Prof. Muhammad Ali, Ph.D, dari University of California, USA
3. Assoc. Prof. Dr. Zulfan Tadjoeddin, dari Western Sydney University, Australia
4. Dr. Bibi Jan Mohamed Ayyub, Founder NOCP & BTSanctuary, Singapura
5. Assoc. Prof. Dr. Peu Ghosh, dari Hooghly Mohsin College, India
Dalam sambutannya Dekan FUAD, Dr. Wahidah Fitriana, S.Psi., MA., menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Menurutnya, ICRESH bukan hanya forum akademik, tetapi juga ruang pertemuan gagasan lintas budaya dan agama.
“ICRESH 2025 lebih dari sekadar konferensi. Ini adalah jembatan antara keyakinan dan iman, antara tradisi dan transformasi, antara kemanusiaan dan teknologi.”

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam sambutannya menyampaikan harapan, agar konferensi ini menjadi momentum penguatan keilmuan global dan kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap isu keagamaan dan sosial di era digital.
“Terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir secara langsung maupun daring. Konferensi ini merupakan ruang berbagi pengetahuan, memperluas jejaring, dan merespons perkembangan zaman terkait agama dan transformasi sosial.”
Dengan terselenggaranya ICRESH 2025, UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin meneguhkan komitmennya sebagai kampus moderasi beragama dan pusat kajian global yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini sejalan dengan visi UIN Mahmud Yunus Batusangkar yaitu “Integratif Interkonektif dalam Keilmuan, Berkearifan lokal dan Berepuasi Global” (Ayesha).