Pilih Laman

Menteri Agama Serahkan KMA Guru Besar kepada Empat Dosen UIN MY Batusangkar

oleh | Okt 23, 2025

228

Jakarta – Kebanggaan besar kembali hadir bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Sebanyak empat dosen terbaik kampus ini resmi mencapai gelar akademik tertinggi sebagai Guru Besar Rumpun Ilmu Agama setelah menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang Penetapan Guru Besar bersama 92 guru besar dari Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia, yang diserahkan secara hybrid oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Jakarta (23/10/2025).

Keempat Guru Besar tersebut sebagai berikut:

  1. Prof. Dr. Hj. Irma Suryani, M.H. – Bidang Hukum Keluarga Islam/Syariah
  2. Prof. Dr. Nofialdi, M.Ag. – Bidang Ushul Fiqh
  3. Prof. Dr. H. Zulkifli, M.A. – Bidang Filsafat Hukum Islam
  4. Prof. Dr. H. Rahmad Hidayat, M.Ag., M.Pd. – Bidang Pendidikan Islam dan Pemikiran Islam

Dalam arahannya, Menteri Agama menyampaikan apresiasi sekaligus pesan mendalam kepada para guru besar yang baru dilantik.

“Gelar profesor bukan sekadar mahkota akademik, tetapi amanah keilmuan. Tingkatkan kompetensi, produktif dalam riset, dan terus mengabdi untuk umat. Guru besar harus mampu mengajar dunia, bukan hanya kelas,” ujar Menteri.

Menteri Agama juga menegaskan pentingnya kemampuan berbahasa internasional:

“Kuasai bahasa Arab sebagai pintu ilmu-ilmu Islam klasik, dan kuasai bahasa Inggris untuk berbicara di forum global. Dua bahasa ini adalah senjata ilmiah bagi profesor masa depan.”

Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, menyampaikan rasa syukur dan bangga atas pengukuhan ini.

“Empat guru besar ini adalah bukti bahwa kampus kita tidak hanya besar secara jumlah mahasiswa, tetapi kuat dalam tradisi ilmu. Ini bukan hanya prestasi individu, tetapi milik umat, bangsa, dan kampus. Kini, tanggung jawab kita adalah menjaga marwah keilmuan dan memimpin pengembangan riset Islam yang relevan dengan zaman,” tegas Rektor.

Dengan bertambahnya empat profesor baru, UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin kokoh sebagai salah satu kampus Islam terkemuka di Sumatera dan Indonesia. Kehadiran mereka diharapkan mendorong:

  • Peningkatan publikasi ilmiah internasional,
  • Penguatan riset dan inovasi berbasis agama dan kearifan lokal Minangkabau,
  • Pembinaan generasi muda akademik (mahasiswa & dosen muda),
  • Internasionalisasi keilmuan dan kolaborasi global.

Momentum ini sekaligus menguatkan tagline UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai “Kampus Sains Islam, Refleksi Surau Minangkabau” yang mampu memadukan tradisi keilmuan Islam klasik dengan dinamika akademik modern. (hospiburda)