
Batusangkar- Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar, Prof Marjoni Imamora, M.Sc, memberikan apresiasi terhadap Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 450 Tahun 2024 yang mengatur pedoman implementasi kurikulum bagi madrasah. Keputusan ini mewajibkan penerapan Kurikulum Merdeka di tingkat pendidikan RA, MI, MTs, MA, dan MAK mulai tahun pelajaran 2024/2025.
Prof Marjoni menilai bahwa perubahan kurikulum ini merupakan langkah strategis yang patut disyukuri. “KMA 450 Tahun 2024 adalah langkah yang sangat strategis untuk menuju Indonesia Emas 2045. Kurikulum ini dirancang untuk merespons dinamika kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi, dan tuntutan kehidupan abad 21,” ujarnya, jumat (12/7/2024).
Menurutnya, kurikulum integratif yang diterapkan dalam KMA 450 Tahun 2024 menawarkan solusi unggul untuk menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan global. “Kurikulum harus selalu sejajar dengan perkembangan teknologi dan perubahan mindset dalam rangka menciptakan kesadaran paripurna. Indonesia membutuhkan komitmen, integritas, cepat, terukur, dan mengandung maslahat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 mendatang,” tambahnya.
Plt. Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag, juga memberikan ulasannya terkait KMA 450 Tahun 2024. Menurutnya, keputusan ini penting diketahui masyarakat karena menandai penerapan kurikulum baru yang menggantikan kurikulum sebelumnya. “KMA ini bagian dari upaya Kemenag dalam merespons dinamika kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi komunikasi, dan tuntutan kehidupan abad 21 dengan beragam perubahan,” jelas Abu.
Ia menekankan bahwa KMA ini memberikan keleluasaan kepada guru untuk berinovasi, berkreasi, dan membangun pembelajaran yang menyenangkan. “Kurikulum ini bukan barang mati atau monumen. Kurikulum ini harus menjadi hidup dan yang menghidupkan adalah guru, kepala madrasah, para pengawas. Kita hidup di zaman disrupsi, dengan penanda perubahan yang cepat dan tidak terduga. Semoga Allah memberikan jalan terang bagi implementasi KMA ini,” ujarnya.
KMA 450 Tahun 2024 menggantikan KMA 347 Tahun 2022 dan memuat Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil’ Alamin (P5RA). Kurikulum ini memberikan kebebasan bagi madrasah untuk berinovasi dan mengembangkan metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.
KMA 450 Tahun 2024 menekankan pentingnya pelatihan intensif bagi tenaga pendidik dan penyiapan infrastruktur yang memadai untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. “Dengan dukungan pelatihan intensif dan infrastruktur yang memadai, kita optimis dapat mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi pada pembangunan bangsa,” ujar Prof Marjoni.
Prof Marjoni mengajak seluruh pihak, termasuk pendidik, orang tua, dan pemerintah, untuk mendukung penuh implementasi KMA 450 Tahun 2024. “Dukungan dari seluruh pihak sangat penting untuk suksesnya implementasi kurikulum ini. Madrasah diharapkan tidak hanya menjadi tempat pembelajaran agama, tetapi juga pusat inovasi dan pengembangan karakter yang kuat,” pungkasnya.(humas/hospiburda)