
Batusangkar – Pembangunan Gedung Perkuliahan Terpadu UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang dikerjakan oleh PT Sentral Pembangunan Indonesia (SPI) tetap berjalan maksimal sesuai perencanaan walaupun mengalami dampak akibat bencana alam yang melanda Kabupaten Tanah Datar pada Mei 2024. Selama masa tanggap darurat tiga minggu, suplai bahan bangunan seperti semen, besi, dan transportasi terganggu, senin 25/06/2024.
Konsultan Pengawas Pembangunan, Raja Doa Ridha Saputra, menjelaskan bahwa banjir bandang di Kabupaten Tanah Datar menjadi penyebab utama perubahan rencana pekerjaan. “Bencana alam ini menyebabkan suplai material terganggu, sehingga pekerjaan dialihkan dalam bentuk yang lain. Hal ini merupakan kondisi force majeure yang tidak dapat diprediksi sebelumnya,” ujarnya.
Direktur PT SPI, Suryadi, menegaskan bahwa perusahaannya tetap berkomitmen menyelesaikan proyek tepat waktu. “Kami berkomitmen untuk menjaga mutu dan ketepatan waktu meski ada tantangan. Pembangunan ini untuk kebaikan semua pihak yang akan memanfaatkan fasilitas gedung ini,” kata Suryadi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Arif Zunzul Maizal, M.Ag., mengungkapkan bahwa pihaknya terus berupaya dan berkoordinasi untuk memastikan penyelesaian proyek tepat waktu. “Kami selalu berkoordinasi dengan kontraktor dan pengawas untuk memastikan semua hambatan dan rintangan dapat diatasi dan proyek ini selesai sesuai jadwal. Kami berkomitmen untuk memberikan fasilitas terbaik bagi mahasiswa dan masyarakat,” ujar Arif Zunzul Maizal.

Selain bencana alam, perubahan perencanaan pekerjaan juga menyebabkan perubahan jadwal. Banyak pekerjaan yang belum dihitung bobotnya karena adanya perubahan perencanaan (addendum). “Perkiraan kami, pekerjaan proyek ini bahkan sudah melebihi dari target yang ditetapkan (mencapai 20% dari perencanaan) jika semua pekerjaan yang dilaksanakan sudah tertuang dalam addendum perencanaan,” tambahnya.
”Berdasarkan fenomena di atas, kami tetap yakin karena SPI tetap menunjukkan komitmen yang kuat. Hal ini terlihat dari suplai dana dan deposit dari pembelian material seperti besi dan semen yang telah dicek oleh PPK di tempat distributor material di Sumatera Barat. Bahkan, mereka menyatakan bahwa deposit SPI sangat cukup untuk menyelesaikan proyek ini hingga tuntas. Sehingga kami berani menyimpulkan bahwa gedung ini dapat selesai tepat waktu meskipun dilanda musibah banjir bandang” imbuh Arif dengan penih semangat.
Proyek pembangunan Gedung Perkuliahan Terpadu UIN Mahmud Yunus Batusangkar ini didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan total biaya sebesar Rp 44,91 miliar. Humas/Hospiburda)