Pilih Laman

Maba PBAK UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Gunakan Pakaian Tradisional Cerminan Surau Minangkabau

oleh | Sep 5, 2023

88

Batusangkar – Konsep pelaksanaan PBAK di UIN Mahmud Yunus Batusangkar tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Kali ini, pada hari ketiga pelaksanaan PBAK para mahasiswa baru (Maba) tahun 2023 diajak menggunakan atribut yang menggambarkan budaya surau di Minangkabau.

Bagi Maba laki – laki  mengenakan baju putih dan celana batik dengan atribut mengalungkan kain sarung di leher dan mengunakan peci berwarna hitam (peci nasional). Sedangkan bagi maba perempuan menggunakan baju kurung basiba dan tingkuluak dibagian kepala.

Rektor, Prof. Dr. Marjoni Imamora mengatakan, konsep pakaian tersebut merupakan ciri khas bagi anak – anak muda di Minangkabau yang menuntut ilmu di surau. Hal ini sejalan dengan tagline UIN Mahmud Yunus Batusangkar “Kampus Sains Islam, Refleksi Surau Minangkabau”.

“Kita perlu kenalkan kembali kepada mahasiswa sebagai anak muda yang menuntut ilmu, bahwa dulu itu masyarakat Minangkabau berguru di Surau. Mereka menggunakan pakaian yang sopan dan berciri khas kebudayaan Minangkabau,” ujar Marjoni.

Menurut Marjoni, pada saat ini modifikasi modern barat dalam berpakaian telah menjadi tren bagi anak – anak muda. Mereka tidak lagi menghiraukan identitas lokal yang mesti dijaga dan dilestarikan.

“Pakaian merupakan salah satu gambaran mengenai identitas sesorang. Sebab, pakaian yang digunakan menjadi fokus penilian orang lain terhadap dirinya. Apalagi itu juga mencerminkan nilai – nilai moral yang dimiliki,” katanya.

Oleh karena itu, kata Marjoni, perlu kembali kita perhatikan bahwa cerminan diri seseorang dilihat dari pakaian yang digunakan. Seseorang yang memiliki moral pasti menjaga dirinya dari pandangan buruk orang lain dan berusaha menampilkan figuran yang baik juga, salah satunya melalui pakaian.

“Begitu juga sebagai mahasiswa yang berada wilayah Minangkabau, tentu mesti mengetahui ciri khas dan kebudayan Minangkabau,” tutupnya.

Editor : Hospi Burda