Pilih Laman

UIN MY Batusangkar Sukses Selenggarakan BICoSEH ke-7 Tahun 2022

oleh | Okt 12, 2022

40

Batusangkar  – Rektor Universitas Mahmud Yunus (UIN MY) Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora membuka secara langsung Batusangkar International Conference on Sosial Science, Education and Humanities (BICoSEH) 2022 ke-7 selama 2 hari. Senin, (10/10)

Kegiatan ini mengusung tema “Membangun masyarakat madani melalui kemajuan ilmu-ilmu social, pendidikan, dan humaniora” dengan penguatan kajian moderasi beragama.

Dalam sambutannya, Marjoni Imamora yang sekaligus sebagai key note speaker sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan seminar international ini.

Apalagi, tema yang diusung merupakan hal penting yang harus dikaji untuk  mengatasi berbagai persoalan sosial keberagamaan di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Semestinya kemajuan itu dapat menjadikan manusia lebih cerdas dan berpengetahuan luas dalam menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan social keberagamaan.

“Melalui penguatan moderasi beragama, marilah kita ciptakan kehidupan sosial yang menjujung tinggi nilai toleransi,” ujar Marjoni.

Menurutnya, nilai tesebut akan menghasilkan perdamaian, persaudaraan dan kasih sayang antar sesama umat beragama.

“seluruh makalah tentang tema dengan penguatan moderasi beragama, tentu ini akan memberikan pencerhan buat kita semua,  ini akan dibahas secara rinci oleh semua pembicara pleno untuk konferensi dua hari ini”

Untuk itu dengan adanya seminar ini diharapkan dapat menjadi gerakan perubahan untuk memupuk pemahaman beragama untuk persatuan dan perdamaian,”ucap Prof.

Sementara itu Dir Pascasarjana Suswati Hendriani, Untuk itu kita perlu gagasan dan pikiran dari berbagai kalangan seperti akademisi, pakar/pengamat dan praktisi  baik nasional maupun internasional guna mengkaji masalah ini.

BICoSEH ke-7 tahun akan menghadirkan Dr. Anan Nison, MA., S.P.i dari Thailand, Dr. Ahmed Hemida dari Iran dan Prof. Dr. Rebeca Fanany dari Australia, yang akan menampung sebanyak 200 peserta secara luring, sementara itu secara daring akan disediakan sebanyak 1.000 peserta  “tutup Dir” (doni)