Batusangkar — Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar mencatat tonggak penting dalam perjalanan akademiknya. Untuk pertama kalinya, 10 mahasiswa Program Doktor Prodi Studi Islam dikukuhkan sebagai doktor perdana UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-60, selasa (22/9/2026), di Auditorium Kampus II.
Pengukuhan tersebut menjadi salah satu momentum paling bersejarah dalam perjalanan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Sebab, 10 doktor yang dikukuhkan merupakan lulusan angkatan pertama Program Doktor UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang memulai pendidikan pada Tahun Akademik 2023/2024. Setelah melalui perjalanan akademik selama enam semester, para mahasiswa angkatan pertama tersebut akhirnya mencapai tahap akhir pendidikan doktoral dan resmi menyandang gelar doktor.
Kelahiran 10 doktor perdana memiliki makna lebih luas daripada sekadar bertambahnya jumlah lulusan. Mereka menjadi bagian dari sejarah yang menandai bahwa UIN Mahmud Yunus Batusangkar telah memasuki fase baru dalam pengembangan pendidikan tinggi pada jenjang akademik tertinggi.
Program Doktor tidak hanya menuntut kemampuan akademik, tetapi juga kedalaman riset, kemampuan membangun argumentasi ilmiah, serta kontribusi pemikiran terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan masyarakat. Karena itu, keberhasilan 10 doktor perdana ini menjadi capaian penting bagi kampus, keluarga, civitas akademika, sekaligus masyarakat yang menaruh harapan terhadap perkembangan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., menyampaikan selamat kepada 10 doktor perdana yang dikukuhkan. Menurutnya, capaian akademik pada jenjang doktoral harus diikuti dengan tanggung jawab keilmuan yang lebih besar.

“Gelar doktor bukan titik akhir. Setelah memperoleh gelar ini, tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat kepada masyarakat justru semakin besar.”
Rektor berharap para doktor perdana tersebut tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi terus menghasilkan penelitian dan gagasan yang berdampak, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, lahirnya doktor perdana juga menjadi energi baru untuk memperkuat ekosistem riset dan budaya akademik di lingkungan kampus.
Direktur Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc., juga menyampaikan apresiasi atas keberhasilan 10 mahasiswa angkatan pertama Program Doktor yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan dikukuhkan pada Wisuda ke-60. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tonggak penting bagi Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
“Sepuluh doktor yang hari ini dikukuhkan adalah bagian dari sejarah Pascasarjana UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Mereka merupakan angkatan pertama yang telah melewati proses akademik selama enam semester. Ini bukan hanya keberhasilan pribadi para lulusan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengembangan Program Doktor dan Pascasarjana ke depan,” ungkapnya.

Prof. Marjoni menambahkan, sebagai lulusan perdana, para doktor tersebut diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Mereka diharapkan terus mengembangkan tradisi keilmuan, memperkuat penelitian, dan memberikan kontribusi nyata melalui kepakaran masing-masing.
“Kami berharap para doktor perdana ini menjadi bagian dari penguatan tradisi akademik dan riset UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Ilmu yang diperoleh selama pendidikan harus terus dikembangkan dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan angkatan pertama juga menjadi motivasi bagi mahasiswa Program Doktor pada angkatan-angkatan berikutnya untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik dan menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas
Perjalanan enam semester yang ditempuh angkatan pertama Program Doktor UIN Mahmud Yunus Batusangkar menjadi bagian penting dari catatan sejarah universitas. Mereka memulai perjalanan sebagai mahasiswa doktoral pada 2023/2024. Tiga tahun kemudian, mereka berdiri sebagai doktor pertama yang lahir dari Program Doktor Prodi Studi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Perjalanan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pengembangan perguruan tinggi tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur dan perluasan program studi, tetapi juga pada kemampuan institusi melahirkan sumber daya manusia berpendidikan tinggi dan menghasilkan pengetahuan baru melalui riset.
Sebagai angkatan pertama, 10 doktor tersebut kini tidak hanya membawa gelar baru, tetapi juga membawa sebuah identitas historis sebagai doktor perdana UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Mereka menjadi pembuka jalan bagi generasi mahasiswa doktor berikutnya yang akan melanjutkan tradisi akademik dan riset di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Momentum ini sekaligus memperkuat arah transformasi UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai perguruan tinggi yang terus mengembangkan pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. (hospi)