Pilih Laman

Hening Cipta untuk ASN Jayawijaya, Rektor UIN MY Batusangkar Ajak ASN Perkuat Empati dan Pengabdian

oleh | Sep 14, 2026

56

Batusangkar Suasana apel pagi di halaman Rektorat Kampus II UIN Mahmud Yunus Batusangkar, senin (14/9/2026), berlangsung khidmat. Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengheningkan cipta dan mendoakan tiga ASN Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang gugur dalam melaksanakan tugas negara.

Hening cipta tersebut dilaksanakan sebagai bentuk empati dan solidaritas ASN terhadap sesama aparatur negara yang kehilangan nyawa ketika menjalankan amanah kedinasan. Kegiatan ini menindaklanjuti himbauan Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui surat Nomor 5896/B-HM.05.01/SD/K/2026 tanggal 13 September 2026.

Tiga ASN Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang dikenang dalam hening cipta tersebut adalah Aprida Rapi, S.Pt., Willi Mbuik, S.P., dan Drh. Alfonius Albinus Mehan. Pemerintah melalui BKN juga telah memberikan penghargaan kepada para pegawai tersebut, termasuk pengangkatan status CPNS menjadi PNS, kenaikan pangkat anumerta, serta pemenuhan hak pensiun bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam arahannya, Rektor Prof. Delmus mengajak ASN UIN MY Batusangkar untuk tidak hanya memaknai hening cipta sebagai kegiatan simbolik, tetapi sebagai momentum untuk membangun empati, simpati, kewaspadaan, dan kesadaran terhadap tanggung jawab sebagai aparatur negara.

Menurutnya, setiap ASN memiliki tugas dan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, kepedulian terhadap sesama ASN perlu berjalan seiring dengan kehati-hatian dalam melaksanakan pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Hening cipta ini mengingatkan kita bahwa di balik tugas dan tanggung jawab sebagai ASN ada nilai kemanusiaan yang harus kita jaga. Mari kita membangun empati dan simpati kepada sesama, sekaligus selalu berhati-hati dalam menjalankan tugas dan amanah negara, ujar Prof. Delmus.

Ia juga mengingatkan bahwa penghormatan terhadap pengabdian ASN yang gugur harus diterjemahkan ke dalam semangat memperbaiki kualitas pengabdian bagi ASN yang masih menjalankan tugas.

“Kita yang masih diberi kesempatan untuk mengabdi harus membalasnya dengan meningkatkan kinerja, disiplin, integritas, dan kualitas pelayanan. Jadikan pengabdian mereka sebagai pengingat bagi kita untuk bekerja lebih baik, lanjutnya.

Bagi Rektor, ASN bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif, tetapi memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap pekerjaan memberikan manfaat bagi institusi, masyarakat, dan negara. Pesan tersebut menjadi semakin penting bagi ASN di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, peningkatan kinerja harus diwujudkan melalui kedisiplinan, profesionalitas, kerja sama, inovasi, serta kesungguhan memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan seluruh sivitas akademika. (hospiburda)