
Batusangkar – Rangkaian Wisuda ke-58 Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar dengan tagline “Kampus Sains Islam, Refleksi Surau Minangkabau” berlanjut pada hari kedua, rabu (10/9/25), di Auditorium Kampus II Cubadak. Sebanyak 600 wisudawan dari Program Pascasarjana, Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) resmi dikukuhkan.
Dengan demikian, total wisudawan yang dilantik pada Wisuda ke-58 tahun 2025 ini mencapai 1.264 orang, terdiri atas 664 wisudawan FTIK dan Syariah (hari pertama) serta 600 wisudawan Pascasarjana, FUAD, dan FEBI (hari kedua).
Dalam sambutannya, Rektor Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. kembali mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah meraih gelar akademik. Dunia kerja, kata Rektor, menuntut lulusan yang kreatif, mandiri, adaptif, dan mampu menciptakan peluang baru.
“Anda tidak boleh hanya menunggu kesempatan, tetapi harus mampu menciptakannya. Dengan bekal ilmu, iman, dan keterampilan SoftSkill yang diperoleh di UIN MY Batusangkar, saya yakin Anda bisa menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing global,” pesannya.
Rektor juga menegaskan bahwa UIN MY Batusangkar kini diakui secara nasional sebagai kampus dengan jumlah program studi berakreditasi Unggul terbanyak di Sumatera Barat. Hal ini, menurutnya, adalah jaminan kualitas pendidikan yang menjadi modal utama bagi para lulusan.
Wisuda hari kedua berlangsung dengan suasana penuh haru dan bahagia. Tangis haru dan senyum bangga mewarnai wajah wisudawan beserta orang tua mereka yang hadir menyaksikan prosesi pengukuhan.
Banyak orang tua tak kuasa menahan air mata ketika menyaksikan putra-putri mereka maju ke panggung menerima ijazah. Suasana semakin syahdu ketika doa bersama dilantunkan, mengiringi langkah para lulusan yang siap menapaki jalan baru dalam kehidupan mereka.
Alunan mars dan himne UIN MY Batusangkar serta sorak bahagia keluarga menambah semarak prosesi wisuda. Momen ini menegaskan bahwa capaian akademik tidak hanya milik para wisudawan, tetapi juga buah doa, dukungan, dan perjuangan keluarga terutama adalah orang tua.
Salah seorang wisudawan Pascasarjana, Henny Hamdani Basri, M.Pd., wisudawan asal Sijunjung ini mengaku terharu dengan pencapaian ini. “Perjalanan kuliah pascasarjana penuh tantangan, apalagi bagi saya yang juga harus membagi waktu dengan kerja dan keluarga. Hari ini menjadi bukti bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Terima kasih kepada dosen dan keluarga yang selalu mendukung,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Sementara itu, seorang wali wisudawan dari FEBI, Khairunnas, menyampaikan rasa bangganya. “Melihat anak saya diwisuda hari ini adalah kebahagiaan terbesar. Perjuangan kami sebagai orang tua terbayar lunas. Semoga ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat dan membawa kesuksesan di masa depan,” katanya dengan suara bergetar.
Dengan berakhirnya rangkaian Wisuda ke-58, UIN Mahmud Yunus Batusangkar sekali lagi menegaskan perannya sebagai kampus unggul berkelas dunia, yang tidak hanya melahirkan sarjana dan magister berilmu, tetapi juga lulusan yang siap bekerja, berkontribusi, dan menjadi inspirasi bagi umat serta bangsa. (hospiburda)